LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Perayaan Terpadu Paroki Kristus Raja Wangatoa tahun 2026 diawali dengan rangkaian acara Grand Opening pada Minggu,1 November 2026.
Perayaan Terpadu tersebut meliputi Pesta Pelindung Paroki Kristus Raja Wangatoa, Natal, Tahun Baru dan HUT Paroki Kristus Raja Wangatoa ke-18.
Perayaan ini diawali dengan pawai menuju halaman gereja Paroki Kristus Raja Wangatoa yang dihadiri umat 12 lingkungan dengan penuh sukacita.
Setelah pawai, umat mengikuti acara pembukaan rangkaian kegiatan perayaan Terpadu tahun ini. Momen ini berlangsung meriah, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Pembukaan perayaan Terpadu Paroki Kristus Raja Wangatoa diawali dengan laporan panitia, sambutan Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, RD. Pius Laba Buri, pr sambutan Deken Lembata, RD. Blasius Masang Kleden, Pr sekaligus menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan HUT Paroki Kristus Raja Wangatoa secara resmi.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemukulan gong yang menandai dimulainya rangkaian acara sekaligus melambangkan ajakan untuk bersatu, berkumpul, dan berjalan bersama sebagai umat Allah dalam semangat kebersamaan dan gotong royong.
Untuk diketahui, Perayaan Terpadu PKRW Tahun 2026 mengusung Tema: Sinodalitas Menuju Paroki Kristus Raja Wangatoa Yang Mandiri dan Misioner Dalam Semangat Satu Tubuh, Satu Roh, Satu qPengharapan”.
Deken Lembata, RD. Blasius Masang Kleden, Pr dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya dengan paroki Kristus Raja Wangatoa.
“Sebagai Deken Lembata saya diundang untuk membuka kegiatan perayaan Terpadu sekaligus kunjungan perdana ke paroki ini”, ungkapnya
Ia juga mengagumi gaya kepemimpinan RD. Pius Laba Buri yang selalu berjalan bersama umat PKRW.
“Imam tanpa awam nihil dan paroki mati”, kata Romo Balas Kleden.
Menurutnya Wangatoa adalah Paroki multikultur dan menjadi kekayaan gereja dimana umat hidup saling berdampingan dan menghargai.
Ia juga mengapresiasi kehadiran umat terutama para orang tua dalam perayaan Terpadu Paroki Kristus Raja Wangatoa.
“Kalau anak-anak banyak kegiatan mereka sudah tampil. Tetapi kalau orang tua sudah tampil dalam kegiatan gerejani semacam ini otomatis anak-anak dengan sendirinya hadir”, harap Deken Lembata.
Deken Lembata berharap agar Wangatoa terus menjadi rumah toleransi yang terus tumbuh ditengah kemajemukan.
Pastor paroki Kristus Raja Wangatoa, RD. Pius Laba Buri, Pr dalam sambutannya mengajak umat PKRW untuk kembali merajut kebersamaan dengan semangat yang dititipkan oleh kegembalan uskup Larantuka, semangat satu tubuh, satu roh dan satu pengharapan.
“Dari event ini bukan untuk mencari prestasi, karena ini bukan turnamen. Tetapi bagian dari persaudaraan yang kita bangun dengan cara seperti ini melalui pertandingan. Yang kita lakukan untuk menyamakan irama kita biar kita tidak dibilang ketinggalan. Dan teknologi punya kekurangan. Mari kita masuk dan merajut persaudaraan melalui hal-hal manual.
Ketua panitia perayaan Terpadu Paroki Kristus Raja Wangatoa (PKRW), Martin Lamak dalam sambutannya mengatakan perayaan Terpadu tidak sekedar siklus rutin tahunan melainkan direfleksikan oleh segenap umat PKRW tentang perjalanan bersama sebagai umat PKRW dengan pelindung paroki Kristus Raja Semesta Alam.
Dan juga menjadi momentum untuk membangun kebersamaan, militansi dan semangat pelayanan, merasul dan awam.
“Pada titik ini, semua momentum patut disyukuri dan dirayakan bersama, terinspirasi dari cara hidup jemaat perdana yaitu persaudaraan, kebersamaan dan teman seperjalanan”, ungkapnya.
Disampaikan, perayaan terpadu menjadi kesempatan berharga untuk melihat kembali keteladanan Kristus Raja Semesta Alam, apakah sudah kuat, mengakar dan mendarah daging dalam hidup umat PKRW.
Menurutnya, perayaan terpadu menjadi ruang untuk merajut lebih kuat dan erat rasa persaudaraan, kebersamaan, kekompakan dan militansi umat mulai dari KBG, lingkungan dan paroki.
Adapun tujuan perayaan terpadu PKRW untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, militansi semangat semua umat untuk terus berjalan bersama, berkarya mewartakan kabar Yesus Kristus ke tengah dunia.
Selain itu memperkokoh semangat persatuan umat PKRW sebagai sebuah komunitas iman yang terus berkembang dalam iman, harap dan kasih.
Adapun Kegiatan perlombaan dan pertandingan dalam memeriahkan perayaan Terpadu Paroki Kristus Raja Wangatoa 2026 antara lain paduan suara pria dewasa, semarak Natal antar Lingkungan.
Juga pertandingan futsal putra dan putri antar lingkungan, tarik tambang putra dan putri antar lingkungan, poker antar lingkungan. Serta kegiatan sosial keagamaan seperti rekoleksi pengurus KBG/lingkungan dan DPP.
Dan pemeriksaan kesehatan gratis dan perayaan ekaristi pesta pelindung paroki dan prosesi arca Kristus Raja Semesta Alam dan Sakramen Maha Kudus, perayaa Natal dan Tahun Baru dan perayaan HUT PKRW ke-18.***




Komentar