LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Balai Latihan Kerja (BLK) Karitas Peduli Lembata berkomitmen rutin menyelenggarakan program pelatihan tata rias kecantikan bagi perempuan, ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum untuk meningkatkan keterampilan kerja dan peluang wirausaha.
BLK milik Susteran SSpS ini ingin membekali peserta dengan keterampilan praktis di bidang tata rias wajah, penataan rambut/sanggul, serta etika berpenampilan (grooming) agar siap bekerja atau membuka usaha mandiri (salon/beauty artist).
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Gunthild Karitas Peduli, Sr. Domitila Kilok, SSpS, Selasa 27 Oktober 2026.
“Berangkat dari keprihatinan akan pemberdayaan perempuan khususnya, maka kongregasi memberikan bantuan dana untuk Kejuruan kecantikan ini.
Karena kita punya kepedulian terhadap perempuan. Dan tidak boleh kaum perempuan keluar merantau tanpa dibekali kemampuan atau skill”, kata Suster Domitila.
Menurutnya, Pelatihan yang digelar juga bagian dari kepedulian terhadap tingginya kasus TPPO di NTT khususnya di kabupaten Lembata.
“Maka dari itu pimpinan memberikan sedikit bantuan untuk pengadaan fasilitas dan peralatan untuk mendukung kejuruan kecantikan. Juga diberi ruang untuk pelatihan tata rias selama 18 hari bagi 16 peserta. Dan sebagian peserta pelatihan adalah para ibu muda yang sedang mencari kerja untuk mendukung ekonomi keluarga. Serta beberapa peserta yang juga punya salon kecantikan tetapi belum percaya diri. Dan semua mengikuti pelatihan ini”, tandasnya.
Disampaikan, para peserta pelatihan setelah selesai akan diberikan suntikan dana guna mendukung usaha mereka.
“Mentornya juga luar biasa dan profesional. Dalam keseharian mereka dari pagi jam 8 sampai jam 3 kadang lebih dari waktu yang dijadwalkan tetapi mereka tetap semangat”, tandasnya.
Dijelaskan dalam pelatihan, BLK Karitas Peduli Lembata menggunakan kurikulum yang disediakan oleh kementerian tenaga kerja dengan 8 jam pelajaran sehari.
“Jadi 8 jam per hari selama 18 hari ini sudah cukup untuk peserta mendapat materi dan pelatihan serta praktek yang nantinya diaplikasikan ketika mereka kembali ke masyarakat”, beber Suster Domitila.
Suster Domitila juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kolaborasi yang baik bersama pemerintah daerah kabupaten Lembata.
Dan berharap agar BLK Karitas Peduli dan pemerintah baik Pemda Lembata, kementerian tenaga kerja terus membangun kerja sama yang baik.
“Besok selesai pelatihan, dan nanti mereka semua masuk dalam grup tenan. Nanti ada kurikulum selama 6 bulan dan mereka dapat materi baik penambahan wawasan baik soal uang usaha sendiri dan uang pribadi. Dan ada materi yang sudah disiapkan untuk pendampingan selama 6 bulan setelah pelatihan”, katanya.
Disampaikan, selanjutnya dibuka pendaftaran pelatihan tata rias untuk gelombang berikutnya.
“Tapi nanti dengan sedikit biaya. Karena alat-alat ini butuh perawatan. Kita harus rawat dengan baik agar semua orang bisa menggunakannya. Dan kita sudah buat brosur dengan harga yang bisa dijangkau. Juga pelayanan kepada pelanggan agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan”, kata Suster Domitila Kilok.***




Komentar