GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Pariwisata/Budaya
Beranda » Berita » Merawat Tradisi, Tarian Tenun Ikat Desa Lamatokan Memukau di Panggung Festival Lamaholot 2026

Merawat Tradisi, Tarian Tenun Ikat Desa Lamatokan Memukau di Panggung Festival Lamaholot 2026

Tarian Tenun Ikat dari Desa Lamatokan yang Pentaskan di hari kedua Festival Lamaholot 2026/Foto: Emanuel Bataona

LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Pada hari kedua Festival Lamaholot 2026 di Kabupaten Lembata, NTT, Kamis 2 Juli 2026 dimeriahkan penampilan sejumlah atraksi dan tarian tradisional khas Kabupaten Lembata.

Salah satunya tarian Tenun Ikat dari Desa Lamatokan, Kecamatan Ile Ape Timur.

dalam sinopsis tarian Tenun Ikat ini dijelaskan, tarian daerah merupakan tarian yang lahir dari daerah tertentu dan diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tarian daerah juga merupakan karya seni yang dapat mencerminkan kehidupan sosial dan budaya daerah tersebut yang mana dapat berupa kisah kehidupan yang ada pada masyarakat setempat.

Sementara Tarian tenun ikat adalah tarian yang diangkat dari tradisi tenun ikat yang ada pada kalangan masyarakat lamaholot terkhususnya desa Lamatokan kecamatan Ile Ape Timur.

Progres Pengerjaan Pelabuhan Waijarang Lamban, Anggota DPRD Lembata Soroti Kinerja Kontraktor 

Kisah pada tarian ini menceritakan bagaimana para ibu bersusah paya memenuhi kebutuhan keluarga akan pakaian dan mereka harus mampu menghasilkan kain sarung tenunan sendiri yang merupakan kekahsan setiap jari yang mengolah.

Sementara kain yang dihasilkan ini bisa digunakan sendiri, bisa juga memenuhi tuntutan budaya dan adat masyarakat daerah setempat.

Tarian ini bermula dari proses panen kapas kemudian dipilakan kapas dari bijinya. Kapas yang sudah terpisah dari biji harus melewati beberapa proses lainnya sampai menghasilkan benang.

Dari benang kemudian diolah dan diwarnai sesuai motif budaya. Selanjutnya benang yang sudah diwarnai dan diberi motif kemudian ditenun untuk menghasilkan kain sarung yang siap digunakan.

Pesan yang ingin disampaikan pada pertunjukan tarian ini adalah untuk mengenang budaya kita dan menyadarkan generasi muda yang kian hari lupa akan budaya sendiri. Lupa akan rumah yang sebenarnya karena dimangsa gejolak jaman.

Upaya Kemandirian Perempuan, BLK Karitas Peduli Lembata Gelar Pelatihan Tata Rias 

Tentu menjadi sangat menarik pada tarian ini karena diiringi musik dan nyanyian yang menceritakan langsung setiap proses dari awal sampai akhir menggunakan lirik dan sajak sastra adat desa lamatokan.

Dengan festival Lamaholot, pemerintah daerah kabupaten Lembata lebih berbenah diri dan melestarikan seni budaya daerah agar dapat dikenal lebih luas.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement