LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Sebanyak 30 peserta dari desa wisata binaan Dinas pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) kabupaten Lembata mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pengembangan produk Ekraf.
Para peserta yang seluruhnya perempuan dan remaja putri, yang merupakan pelaku usaha terpilih dari sejumlah kecamatan di Lembata.
Bimtek yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi NTT ini di laksanakan di aula hotel Olimpic selama tiga hari sejak 7 – 9 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktekkan langsung cara pembuatan abon ikan mulai dari tahap awal hingga menjadi produk dalam kemasan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si dalam sabdanya menutup kegiatan bimtek menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Bimtek pengembangan produk Ekraf di kabupaten Lembata.
“Semua yang kita jalankan ini adalah misi Gubernur dan wakil gubenur NTT untuk pemberdayaan masyarakat.Baik keterampilan dan pengembangan ekonomi. Dan apa yang kita kerjakan ini bukan barang baru, masing-masing kita punya pengalaman menghadirkan abon ikan ini”, ungkapnya.
Menurutnya bimtek pengolahan Abon ikan merupakan bentuk perhatian pemerintah provinsi NTT kepada setiap peserta dan kelompok untuk mengembangkan kemandirian secara ekonomi.
Ia berharap dengan adanya pelatihan dapat terbentuk kelompok usaha kecil yang nantinya di bekali manajamen keuangan yang baik.
“Contohnya kemarin Bank NTT hadir memberikan materi yang mana ketika kita membutuhkan dana maka ada dukungan kredit ringan yang ada di Bank NTT” kata Doris Rihi.
Menurutnya, Bimtek pengembangan produk Ekraf bertujuan untuk mengelola potensi lokal yang ada di daerah, agar nanti dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan kelompok.
“Potensi lokal yang ada kita kelola secara baik, dan dipasarkan secara baik dan bisa mendunia. Dan semua itu ada syaratnya. Kalau tahun depan tidak ada halangan akan ada kelanjutan dari kegiatan ini.”, beber Kadis Parekraf NTT.
Untuk diketahui, kegiatan bimtek juga diarahkan untuk mendorong hilirisasi komoditas daerah sehingga potensi lokal tidak berhenti pada produksi, tetapi berkembang menjadi produk yang memiliki identitas, nilai tambah dan daya saing.
“Hari ini kita latihan, nanti tahun depan ada namanya quality kontrol. Dimana kita bina semua kelompok dan semua usahanya di beri INP dan lainnya”, tandasnya.
Ia berharap setelah pelatihan para peserta dapat berinovasi dan mengembangkan prodak ekonomi kreatif di desa masing-masing.Tugas Pemerintah provinsi memfasilitasi dan memberikan dukungan dengan memberikan bantuan peralatan.
“Pelatihan sudah didapat, teirma kasih kepada para narasumber yang sudah luar biasa memberikan bekal. Dan kegiatan ini akan berlanjut pada tahun-tahun berikut.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah provinsi NTT melalui Dinas pariwisata Ekonomi NTT yang telah melaksanakan bimtek prodak parekraf di kabupaten Lembata.
Ia berharap agar setelah bimtek para peserta dapat kembali mengoptimalkan desa wisata masing-masing melalui ekonomi kreatif sub sektor kuliner agar dapat memberikan manfaat dan tumbuh kembang desa wisata yang ada di kabupaten Lembata.
“Kita di kabupaten Lembata ada 10 desa wisata. Dan sejak tahun 2012 kita tetapkan melalui SK Bupati nomor 1021 tentang desa wisata di kabupaten Lembata. Dan sampai hari ini baru 3 Desa yang masuk dalam kategori berkembang”, kata Jack Wuwur.
Dengan bimtek pengolahan prodak parekraf, Ia berharap dapat berkontribusi terhadap tumbuh kembang desa wisata yang masih dirintis segera menjadi desa wisata yang berkembang dan selanjutnya ke desa wisata yang maju.***




Komentar