GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Pariwisata/Budaya
Beranda » Berita » Susana Prada Titi Jagung di Festival Lamaholot 2026, Pecinta Kuliner Wajib Coba 

Susana Prada Titi Jagung di Festival Lamaholot 2026, Pecinta Kuliner Wajib Coba 

Suasana Prada Pulang (67) Titi jagung di festival Lamaholot 2026 /Foto: Emanuel Bataona

LEMBATA |VIVATIMUR.ID – Nusa Tenggara Timur (NTT) salah salah satu provinsi favorit para pelancong. Tak hanya disuguhi keindahan alam terutama baharinya, NTT juga memiliki ragam kuliner yang bisa memanjakan para food traveller.

Salah satu wilayah dengan kuliner terkenal yaitu Pulau Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kabupaten Lembata memiliki banyak kuliner khas yang bisa memanjakan kamu yang suka mencicipi makanan tradisional.

Jagung Titi merupakan makanan lokal asal Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah terkenal dan merupakan oleh-oleh khas daerah tersebut yang mudah dijumpai dijual di pasar tradisional di daerah tersebut.

Pada Festival Lamaholot 2026 di Pantai Wulen Luo 1-4 Juli 2026, Susana Prada Pukan (67) warga kelurahan Lewoleba Barat terlibat dalam kegiatan tersebut dengan Titi jagung yang merupakan makanan khas masyarakat Lembata dan Flores Timur.

Progres Pengerjaan Pelabuhan Waijarang Lamban, Anggota DPRD Lembata Soroti Kinerja Kontraktor 

Kepada Wartawan, Suasana mengatakan kehadiran mereka di pelataran panggung Festival Lamaholot diundang oleh panitia.

“Kami datang dari hari Rabu, dari pembukaan Festival Lamaholot. Kami disini selalu duduk tunggu kalau ada yang pesan kami Titi Jagung. Yang mau beli datang kami titi jagung langsung di depan mereka, lalu simpan dalam toples kecil dan bisa langsung dinikmati bersama kopi dan teh di sekitar panggung”, ungkapnya.

Menurut Susana yang dipakai adalah jagung pulut. Jagung titi di jual dengan harga Rp 25.000 per toples kecil.

Sementara pendapatan mereka selama festival Lamaholot bervariasi tergantung pengunjung. “pada hari ini, kami dapat pemasukan hingga hari kedua Rp 300.000.

Untuk diketahui, Jagung Titi pun merupakan makanan lokal yang familiar dikonsumsi masyarakat NTT termasuk yang berada di perantauan dimana makanan lokal ini dihasilkan dari dua jenis jagung lokal yang berwarna kuning dan putih.

Upaya Kemandirian Perempuan, BLK Karitas Peduli Lembata Gelar Pelatihan Tata Rias 

Saking terkenalnya, jagung titi biasa dijadikan oleh-oleh bagi warga luar. Bahan jagung titi seperti namanya dibuat dari bahan utama jagung produksi lokal.

Camilan ini sejenis keripik jagung. Dengan pengolahannya melalui tahap sangrai, jagung titi disebut-sebut sebagai popcorn-nya Flores, namun dengan bentuk pipih atau gepeng.

Rasa jagung titi gurih dengan tekstur renyah. Jagung titi bercita rasa alami tanpa perasa bahkan garam.

Meski pengolahannya sederhana, Menurut Monika pembuatan jagung titi melewati proses panjang. Biji jagung pertama dipipil dari tongkolnya. Jagung yang dipilih jenis lokal yaitu jagung pulut putih atau jagung ketan.

Setelah dipipil disangrai hingga setengah matang.

Dinas Kesehatan Lembata Gelar Berbagai Kegiatan Peringati HKN ke-62 Tahun 2026

Setelah proses sangrai baru dipipihkan hingga menjadi keripik. Proses terakhir yaitu memasakan dengan digoreng atau dipanggang. Jagung titi sudah bisa dinikmat.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement