GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Pariwisata/Budaya
Beranda » Berita » Wakil Bupati Lembata Beri Pesan Penting di Festival Lamaholot 2025

Wakil Bupati Lembata Beri Pesan Penting di Festival Lamaholot 2025

Wakil Bupati Lembata Muhammad Nasir pose bersama di Festival Lamaholot 

LEMBATAVIVATIMUR.ID – Sejarah harus dilihat sebagai tatanan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lembata Muhammad Nasir pada hari kedua Festival Lamaholot di Desa Atakore, Kecamatan Atadei, Rabu 8 Oktober 2025.

Menurut Wabup Lembata, meskipun menghadapi tantangan seperti bencana alam, semangat untuk melestarikan warisan sejarah dan budaya tidak boleh surut.

Pentas seni budaya di Festival Lamaholot seperti tarian Dua Bolo dan Pole Walang dan tarian Polewalang secara khusus dihubungkan dengan kebersamaan dan harkat martabat masyarakat Lembata.

Ia menegaskan bahwa persatuan di bawah payung budaya adalah kunci kemenangan.

Temui Wabup Nasir, Telkomsel Targetkan Internet Lembata Normal 1 November 2026

“Nama Lamaholot dijelaskan sebagai Lama (kampung) dan “Holot (bersambungan), mengandung makna bahwa meskipun terdapat perbedaan kultur dan budaya, tujuan bersama adalah membangun peradaban dan kampung”, ungkap Wabup Nasir.

Budaya sebagai Misi Pembangunan Daerah

Pentingnya budaya diintegrasikan dalam enam misi daerah, terutama misi kelima yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan ketahanan sosial budaya.

Disampaikan bahwa dunia modern memandang Indonesia dari sisi budayanya, bukan hanya keindahan alam.

Oleh karena itu, promosi budaya menjadi skala prioritas untuk bersaing di kancah nasional dan internasional.

Hadiri Pelantikan Pengurus DPC PAN se- Lembata, Ini Pesan Wabup Nasir 

Revitalisasi dan Promosi Budaya untuk Pariwisata

Menurut Wabup Lembata, Budaya dianggap sebagai milik bersama dan agen perubahan.

“Perlu upaya untuk menggali dan merevitalisasi budaya melalui tarian, nyanyian, dan bentuk lain agar dapat dipromosikan sebagai daya tarik ke mancanegara.”, beber Nasir.

Disampaikan, perayaan Festival Lamaholot merupakan evaluasi berkelanjutan untuk mempromosikan Kabupaten Lembata sebagai destinasi wisata budaya.

Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, kolaborasi dianggap esensial untuk membangun Lembata.

Meriahkan HUT ke-27 Kabupaten Lembata, Puluhan Anak Ikut Lomba Mewarnai di Bukit Cinta 

Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama merekatkan budaya dalam konteks Lamaholot, membangun kultur budaya yang baik demi mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan memajukan Lembata.

Pada hari kedua Festival Lamaholot, para pengunjung dan wisatawan juga melakukan kunjungan ke rumah adat di desa adat Atakore.

Hadir dalam festival Lamaholot hari ke dua di Desa Atakore, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II/Plt. Direktur Utama (BPOLBFL) Dwi Marhen Yono, Pater Patris Saga dari Jerman, para wisatawan Mancanegara,

Asisten II, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh adat dan masyarakat desa Atakore.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement