GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Pariwisata/Budaya
Beranda » Berita » Pelajar di Lembata Pentas Kisah Batu Atadei di Pembukaan Festival Lamaholot 2025

Pelajar di Lembata Pentas Kisah Batu Atadei di Pembukaan Festival Lamaholot 2025

Pelajar di Lembata Pentas Kisah Batu Atadei di Pembukaan Festival Lamaholot 2025

LEWOLEBAVIVATIMUR.ID – Pembukaan Festival Lamaholot 2025 dimeriahkan dengan karnaval budaya dan atraksi serta ragam tarian.

Kegiatan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) itu juga dihadiri

Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II / Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Dwi Marhen Yono.

Pantauan Suara Lamaholot, pembukaan Festival Lamaholot 2025 digelar di Pantai Wulen Luo, Kota Lewoleba kabupaten Lembata, Selasa 7 Oktober 2025 sore. Warga lokal dan wisatawan ikut menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan dalam pembukaan.

Warga tampak antusias melihat ragam atraksi dalam karnaval Budaya, salah satunya atraksi yang pentas oleh siswa SD Inpres 1 Lewoleba.

BumDes Kawela Waijarang Pilih Kelola Sampah Sendiri, Hendro Wibowo: Bagian Dari Menjaga Kehidupan 

Para siswa SD Inpres 1 Lewoleba hadir dengan pentas tentang bencana air bah (tsunami).

Dikisahkan, di suatu desa hiduplah sekelompok masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Seperti biasa setiap hari masing-masing mereka bekerja sesuai profesinya.

Keseharian masyarakat setiap hari ada yang membersihkan kapas, Titi jagung, memintal benang, meluru dan menapis jagung sementara kaum pria sedang meneguk tuak, potong kayu dan mengupas kelapa.

Dikisahkan, pada suatu hari tiba-tiba terjadi bencana air bah (tsunami) dan semua penduduk berlari menyelamatkan diri. Saat berlari ada sepasang Kakak beradik (adiknya bernama Peni) berlari sambil berteriak “Beran, Beran” dan kakaknya menjawab “Bale Ge Kia l, Bale Ge Kia” pada saat itu adiknya menoleh kebelakang ke arah kakaknya dan berubah menjadi batu.

Perdana! Lembata Fishing Tournament 2026 Digelar, 75 Angler dari Tiga Negara Ramaikan Laut Lembata

Kisah Peni yang berubah menjadi batu tersebut yang sekarang dikenal dengan Batu Atadei.

Untuk diketahui Batu Atadei terletak di antara desa Dulir kecamatan Atadei.

Dan batu tersebut menjadi cikal bakal nama Kecamatan Atadei. Batu Atadei juga menjadi salah destinasi wisata di kabupaten Lembata.

Batu ini adalah satu-satunya batu yang tetap berdiri kokoh ketika batu-batu lain jatuh dan terkisis oleh hempasan air laut. Batu Atadei menghadap ke laut dan menyerupai seorang perempuan yang berdiri.

Batu Atadei dijadikan sebagai “petunjuk alam” bagi masyarakat setempat. Kepercayaan masyarakat, jika batu itu mengeluarkan air dan basah maka menandakan musim bagus atau musim hujan yang lama dan sangat baik untuk bercocok tanam di ladang, dan jika batu tidak mengeluarkan air dan batu tidak basah maka pertanda akan terjadi musim kemarau yang berkepanjangan dan menjadi sebuah kepercayaan turun temurun.

Lembata Fishing Tournament 2026 Siap Digelar, Piala Bupati dan Hadiah  Rp 225 Juta Menanti

Jika ingin berfoto, pengunjung jangan sekali-kali naik ke atas batu Atadei tersebut karena bagi masyarakat setempat tindakan tersebut adalah pantangan. Namun cukup berfoto di samping batu.

Selain itu, ada juga atraksi budaya dari berbagai paguyuban dan tarian kolosal dari siswa SMPN 1 Nubatukan, tarian dari sanggar desa Leuwayan, tarian Duo Bolo desa dari Lusilame, fashion show dan tarian dari SMAN 1 Solor Barat dan tarian dari SMPK St. Pius X Lewoleba.***

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement