LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Komitmen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba kabupaten Lembata dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus diwujudkan.
Salah satunya akan hadir Instalasi Hemodialisa sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan di RSUD Lewoleba.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lembata bersama PT Internusa Jaya Raya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman pada Kamis 6 Agustus 2026 silam.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis menghadirkan layanan cuci darah bagi masyarakat di Kabupaten Lembata.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kapasitas rumah sakit daerah.
Direktur RSUD Lewoleba drg. Yoseph Freinademets Paun mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Lembata di HUT ke-27 Otonomi kabupaten Lembata menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan pelayanan Hemodialisa atau cuci darah.
“Proses Hemodialisa itu tidak seperti pelayanan lainnya di RSUD. Dia memiliki spesifikasi dan karakteristik yang berbeda. Tentunya kami berproses dengan keterbatasan anggaran dan efisiensi seperti ini, dan RSUD tidak dapat melakukan itu dengan anggaran tersendiri tetapi melalui skema kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga dan saat ini kita sedang berproses”, kata direktur RSUD Lewoleba.
Menurutnya, pihak pemerintah sedang mempersiapkan SDM dan membahas kedalaman kerjasama dengan pihak ketiga.
Disampaikan, sebagai instansi teknis pihaknya tidak gegabah dan terus berproses, serta menganalisis dampak hukum dan kesehatan kedepannya.
“Sekarang kami berproses untuk kirim tenaga baik itu perawat dan dokter untuk mengikuti pelatihan Hemodialisa. Untuk sementara yang sudah punya jadwal itu perawat 2 orang. Yang satu nanti mengikuti pelatihan di bulan November di RS Gatot Subroto Jakarta. Dan yang satunya sedang mengikuti pelatihan di Sardjito UGM Yogyakarta”, beber dra. Yoseph.
“Kita menunggu, karena pelayanan spesifik dan tidak serta-merta membuka layanan ini. Nanti kita berproses dan pihak ketiga membantu kita mempersiapkan tempat nanti pakai gedung ICU yang lama. Dan nanti disetting ulang sesuai regulasi dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia dan nanti semua SDM sudah siap termasuk dokter penyakit dalam maka kita akan ajukan pembukaan pelayanan ke BPJS kesehatan” , tandasnya.
Disampaikan, sesuai arahan Bupati Lembata, layanan Hemodialisa dapat direalisasikan dalam waktu dekat, bahkan ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2027.
Ia juga berharap masyarakat dan pemerintah kabupaten Lembata terus memberikan dukungan agar proses mengahdirkan pelayanan Hemodialisa di RSUD dapat terwujud.




Komentar