LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan stok obat untuk seluruh Puskesmas aman. Dengan demikian pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Lembata dr. Bernardus Yoseph Beda, M.M, Rabu 3 Juni 2026 menanggapi isu yang menyebutkan bahwa obat di gudang dinas kesehatan kosong.
Menurutnya, issue tentang tidak tersedianya obat tidak terdampak pada kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat di Puskesmas.
“Ketika di 19 Januari 2026 saya mendapat SK Plt. Kadis kesehatan, dan di awal Februari 2026 SK pengguna anggaran keluar dan setelah itu baru diangkat PPK. Dan saat itu kita proses klik obat-obatan. Ada masa transisi di bulan April ada pergantian PPK selanjutnya di akhir April bersama tim teknis kita melakukan pemesanan obat”, tandasnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa semua proses belanja obat di Dinas Kesehatan kabupaten Lembata menggunakan e-katalog, tidak menggunakan belanja reguler. Dan saat ini obat sudah tersedia di gudang Dinas Kesehatan kabupaten Lembata.
Dokter Bernad sapaannya mengatakan, terpenuhinya stok obat tidak lepas dari perencanaan pengadaan yang matang. Dan perencanaan kebutuhan obat telah dilakukan secara sistematis. Yakni melalui mekanisme Rencana Kebutuhan Obat (RKO).
“Saat ini stok obat sudah ada di gudang Dinas Kesehatan. Ada 69 Koli obat, memang kita di bulan Maret dan April kita kekurangan obat seperti obat batuk dan itu hak masyarakat keluhkan obat, tetapi bukan kami membiarkan tetapi semua melalui prosedur. Sekarang tinggal permintaan dari puskesmas kami siap distribusikan ke mereka”, kata mantan Direktur RSUD Lewoleba.
Ia berharap, informasi tentang adanya obat kosong di Gudang Dinas Kesehatan dan Puskesmas supaya diluruskan sehingga tak meresahkan pasien yang datang berobat.
Menurutnya pelayanan Kesehatan tetap dilakukan sesuai diagnosa dan sesuai kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata akan terus melakukan pemantauan dan monitoring terhadap ketersediaan di unit-unit pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun di Pustu dan kalau didapati ada kekurangan obat di Puskesmas, maka Dinas Kesehatan akan segera menindaklanjuti hal tersebut sehingga pelayanan tidak terkendala. ***


Komentar