GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Lembaga Inkubator Karitas Peduli Lembata Sebagai Rumah Tumbuh dan Rahim Kemandirian Bagi UMKM 

Lembaga Inkubator Karitas Peduli Lembata Sebagai Rumah Tumbuh dan Rahim Kemandirian Bagi UMKM 

LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Ketua Yayasan Gunthild Karitas Peduli, Sr. Domitila Kilok, SSpS mengatakan Lembaga Inkubator Karitas Peduli Lembata merupakan unit strategi di bawah naungan Yayasan Gunthild Karitas Peduli (YGKP) yg dirancang untuk menjembatani alumni pelatihan vokasi (BLK) menuju kemandirian ekonomi.

Untuk itu, Sr. Domitila Kilok, menjelaskan Lembaga ini berfungsi sebagai “rumah tumbuh” untuk membina, mendampingi dan mempercepat pertumbuhan usaha sehingga mampu berdiri dan berkembang secara mandiri bagi para wirausahawan baru (tenan) agar mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada launching Lembaga Inkubator Karitas Peduli, Peresmian Kejuruan Kecantikan Balai Latihan Kerja (BLK) Karitas Peduli Lembata di Biara SSpS Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Kamis (8/10/2026).

Sr. Domitila Kilok menjelaskan Lembaga Inkubator berproses sejak 21 September 2024 melalui Bimtek pengelola inkubator dan penyusunan administrasi SOP Inkubator di Surabaya dan Malang dibawa bimbingan Kemenkop UKM dan UIN Malang untuk wilayah Indonesia Timur.

Selanjutnya pada 28 September 2024, ada 2 supervisor yakni Profesor Agus Maimun dan Dr. Syaiful dari UIN Malang mengunjungi lokasi BLK untuk survei kelayakan calon Inkubator.

Progres Pengerjaan Pelabuhan Waijarang Lamban, Anggota DPRD Lembata Soroti Kinerja Kontraktor 

Dan Lembaga Inkubator ini Resmi terdaftar di SIPENSI Kemenkop UKM dan Pada tanggal 9 Juni 2026 BLK diundang untuk mengikuti pemeringkatan sebagai Lembaga Inkubator bersama 740 Inkubator se-Indonesia sampai pada final pemeringkatan ada 106 Inkubator Nasional yang terverifikasi.

Dikisahkan, BLK Inkubator tersebut masuk urutan ke 69 dimana satu-satunya dari NTT dan hanya ada di Kabupaten Lembata.

SK pemeringkatan dari Deputi Bidang Kewirausahaan RI memberikan penghargaan kepada Inkubator Karitas Peduli Lembata sebagai Lembaga Inkubator dengan Peringkat C. Sertifikat ini berlaku sampa dengan 29 Juni 2029.

Sementara secara struktural, Lembaga Inkubator ini beroperasi sebagai perpanjangan tangan Yayasan yang fokus pada pasca-pelatihan. Dan Beroperasi di bawah legalitas Yayasan Gunthild Karitas Peduli dengan dukungan dari instruktur BLK/Pendamping, Praktisi/Mentor dan Lembaga Kemitraan.

Lembaga Inkubator ini memiliki visi menjadi pusat pengembangan usaha dan inovasi yang berkelanjutan, berdaya saing tinggi di tingkat lokal maupun nasional, melalui pelatihan kewirausahaan berbasis kolaborasi dan teknologi, dengan menjunjung tinggi prinsip perlindungan (safeguarding) serta martabat manusia dengan

Upaya Kemandirian Perempuan, BLK Karitas Peduli Lembata Gelar Pelatihan Tata Rias 

Lembaga Inkubator Karitas Peduli Lembata memiliki mis

1. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi wirausaha melalui proses inkubasi yang komprehensif, dengan memastikan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi maupun kekerasan bagi seluruh penghuni.

2. Mendukung inovasi dalam pengembangan produk dan layanan berbasis teknologi tepat guna, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan digital serta perlindungan data pribadi dan privasi para pihak yang terlibat.

3. Menerapkan prinsip bisnis yang beretika dengan mengintegrasikan kebyakan safeguarding dalam operasional usaha, guna mencegah eksplortasi tenaga kerja, menjamin kesclamatan kerja, dan menghargai hak asasi manusia.

4. Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui penciptaan wirausaha baru yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi pelopor lingkungan kerja yang aman di wilayah Lembata dan sekitarnya.

Tiang Dolphin Pelabuhan Waijarang Siap Dipasang, Target Rampung Sebelum Nataru

Disampaikan, Yayasan Gunthild Karitas Peduli senantiasa berpegang teguh pada komitmen untuk memperkuat kapasitas SDM masyarakat Lembata.

“Kami menyadari bahwa pelatihan vokasi tidak boleh berhenti pada pemberian sertifikat belaka”, ungkapnya.

Dijelaskan, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana para lulusan/alumni dapat berdaya secara langsung, menciptakan lapangan kerja, dan menopang perekonomian keluarga serta daerah yang kita cinta ini.

“Melalui hadirnya Lembaga Inkubator Karitas Peduli, kami membangun sebuah ekosistem pendampingan yang utuh. Inkubator ini dirancang untuk menjembatani ruang antara ruang pelatihan dan dunia usaha nyata”, tandasnya.

“Hari ini Juga dengan sukacita kita akan meresmikan kejuruan Kecantikan. Kenapa kecantikan? Karena kami percaya ketika seorang Perempuan Lembata merasa cantik, percaya diri dan mandiri secara ekonomi dari hasil merias maka telah mengangkat harkat keluarganya”, ungkap Sr. Domitila Kilok.

Untuk diketahui, Kejuruan ini dilengkapi dengan peralatan yang memadai dan 15 peserta siap untuk mengikut pelatihan secara gratis.

“Kami sadar karya kecil kami di desa Pada ini tidak ada artinya tanpa dukungan dari pemerintah baik Pusat maupun dari Kabupaten Lembata, DPRD Kabupaten Lembata dan mutra lainnya, terima kasih atas kehadiran hari ini. ini adalah legitimasi dan semangat besar para alumni yang dikukuhkan hari ini”, harapnya.

Ia juga berharap semoga Inkubator kecil ini menjadi menjadi rumah tumbuh dan rahim kemandirian bagi UMKM baru yang tangguh, jujur, integritas, inovatif, kreatif dan berdaya saing dalam penuh kasih.

“Mari kita bersama-sama mengawal Lembaga Inkubator Karitas Peduli Lembata agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Lembata. Lembata tidak kekurangan potensi, kita hanya butuh wadah dan pendampingan, hari ini wadah itu ada” harap Sr. Ketua Yayasan Gunthild Karitas Peduli.

Lebih jauh ia berharap Inkubator kecil menjadi menjadi rumah tumbuh dan rahim kemandirian bagi UMKM baru yang tangguh, jujur, integritas, inovatif, kreatif dan berdaya saing dalam penuh kasih.

“Mari kita bersama-sama mengawal Lembaga Inkubator Karitas Peduli Lembata agar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Lembata”, tutupnya.

Provinsial SSpS Flores Bagian Timur, Sr. Thomasin Tere Beding, SSpS berharap kehadiran Yayasan Gunthild Karitas Peduli dapat menjembatani salah satu kendala yakni menyediakan tempat pelatihan.

Ia berharap kehadiran Lembaga Inkubator bukan sekedar memberikan sertifikat tetapi memberikan ketrampilan, kepercayaan diri dan peluang untuk hidup lebih mandiri.

“Dengan keterampilan seseorang bisa bekerja, bisa membuka usaha sendiri, dan tidak harus pergi jauh meninggalkan keluarga karena tidak mempunyai pilihan di tempat sendiri”, kata dia.

Sr. Thomasin Beding juga mengatakan, kehadiran Lembaga Inkubator dapat memberikan keterampilan dan menjadi jalan untuk mengurangi pengangguran sekaligus mengurangi kerentanan terhadap human trafficking dan migrasi karena keterpaksaan ekonomi.

“Semoga BLK ini tidak berjalan sendiri. Kami sangat membutuhkan kerjasama dari pemerintah, Gereja dan masyarakat, dan berbagai pihak yang mempunyai kepedulian terhadap masa orang muda Lembata”, harap Suster asal Lamalera ini.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement