GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Difitnah di Medsos, Kapus Lewoleba dan Rekan Kerja Laporkan Akun Penyebar Hoaks ke Polres Lembata

Difitnah di Medsos, Kapus Lewoleba dan Rekan Kerja Laporkan Akun Penyebar Hoaks ke Polres Lembata

LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Kepala UPTD Puskesmas Lewoleba dr. Dalmasia Yustina Sile, yang lebih dikenal dengan nama dokter Alma dan rekan kerjanya Maria Adolfince Salo dan Nona Rahmi mengambil langkah hukum tegas terkait peredaran informasi palsu yang menyerang nama baik mereka.

Kepala Puskesmas Lewoleba bersama rekan kerjanya ini resmi melaporkan akun media sosial yang menuduh mereka terlibat kasus pembunuhan dan menyalahgunakan uang sebesar Rp. 861 juta.

Atas informasi palsu tersebut pihaknya membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lembata, Senin (15/6/2026).

Untuk diketahui, informasi palsu tersebut diposting akun Fanesa Fadillah di group Facebook Bicara Lembata New dan mendapat ragam tanggapan dari nitizen.

Langkah ini diambil dr. Dalmasia Yustina untuk memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang menyebarkan berita tanpa dasar.

Alex Atawolo Terpilih Jadi Ketua Golkar Lembata, Bupati Kanis Tekankan Sinergitas

Kasus ini bermula ketika muncul sebuah narasi viral di media sosial Facebook, melalui akun Fanesa Fadillah di group Facebook Bicara Lembata New.

Dalam unggahan tersebut, terdapat foto Kapus Lewoleba dan kedua rekannya yang telah diedit sedemikian rupa dengan narasi yang dianggap fitnah menyebut pihaknya terlibat kasus pembunuhan dan menyalahgunakan uang sebesar Rp. 861 juta.

Informasi palsu ini pun langsung memicu reaksi beragam dari publik dan menjadi bola panas di jagat maya.

Maria Adolfince yang juga namanya dicatut mengaku dirinya pun menerima ancaman melalui pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.

“Kami merasa nama baik kami telah dicemarkan dan situasi ini menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika kami diamkan, seolah-olah kami adalah pelaku dari tuduhan yang disebarkan tersebut,” ujarnya.

Partai Golkar Lembata Gelar Musda VI, Petrus Gero: Momentum Memperkuat Organisasi

Menurut Kapus Lewoleba, dengan penyebaran informasi tersebut tidak hanya menyerang institusi, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis para pegawai Puskesmas Lewoleba.

“Pegawai kami merasa terganggu secara psikologis akibat tuduhan dan ancaman yang beredar. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” katanya.

“Saya menduga mereka yang melakukan pengancaman dan penyebaran informasi di media sosial merupakan kelompok yang saling berkaitan. Namun, tentu kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut dan membuktikannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa berbagai tuduhan yang beredar, termasuk dugaan praktik aborsi, pembunuhan, maupun angka-angka keuangan yang disebutkan dalam unggahan tersebut, tidak memiliki dasar dan tidak sesuai fakta.

“Berdasarkan data dan dokumen medis yang kami miliki semua tuduhan tersebut tidak benar. Puskesmas Lewoleba tidak memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan medis aborsi sebagaimana yang dituduhkan,” tegasnya.

5 Puskesmas Pembantu di Kota Lewoleba Resmi Beroperasi, Masyarakat Dapat Layanan Dekat Rumah

“Kami berharap pihak kepolisian dapat menelusuri dan mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi yang tidak benar ini,” katanya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata serta Bupati Lembata untuk membahas langkah-langkah lanjutan terkait persoalan tersebut.

Ia juga menipis informasi palsu terkait penyalahgunaan keuangan di Puskesmas Lewoleba.

Menurutnya, pada Mei 2026 ia sebagai kepala Puskesmas telah menjalani pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan tidak ditemukan adanya masalah ataupun temuan terkait pengelolaan keuangan.

“Kami telah diperiksa oleh BPK pada Mei 2026 dan tidak ada temuan terkait persoalan keuangan sebagaimana yang dituduhkan,” jelasnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement