LEWOLEBA|VIVATIMUR.ID – Pemerintah Daerah kabupaten Lembata melalui Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Lembata menggelar kegiatan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) di pasar TPI Lewoleba, Selasa 7 Oktober 2025.
Aksi pungut sampah terjadi di pesisir pantai pasar TPI ini bagian dari peringatan HUT ke- 26 Otonomi Kabupaten Lembata yang jatuh pada 12 Oktober.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi sampah di laut dengan mendukung Gernas BCL.
Pelaksanaan program berbasis ekonomi biru tersebut, menurut Bupati Lembata untuk menjaga kesehatan laut dan mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi maupun kegiatan sosial yang ada di dalamnya.
“Tadi kita lihat banyak sampah di pinggir pantai, semua itu karena ulah kita yang berdampak untuk anak cucu kita. Mari kita terus menjaga Laut ini. Sejalan dengan visi misi kami menjadikan laut ini ekonomi biru”, kata Bupati Lembata.
Ia berharap, masyarakat tidak hanya merawat laut dengan aksi pungut sampah tetapi juga merawat laut dengan menanam mangrove dan terumbu karang.
“Kalau bisa gerakan menanam mangrove dan terumbu karang di laut selain membersihkan sampah.
Bupati Petrus Kanisius juga berharap agar adanya kesadaran bersama untuk menjaga Laut.
Menurut Bupati Lembata, Program Ekonomi Biru ini mengedepankan pendekatan ekonomi sirkular sehingga manfaatnya tidak sebatas kelestarian lingkungan, tapi juga menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat nelayan.
Mekanismenya, sampah dari laut yang telah berhasil dikumpulkan oleh para nelayan, selanjutnya dipilah sesuai jenisnya dan di antar ke bank sampah untuk dijadikan produk yang bernilai.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Lembata Hadi Umar mengatakan Bulan Cinta Laut adalah Gerakan Nasional (Gernas) yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2022 untuk mengatasi masalah sampah laut melalui partisipasi aktif nelayan dan masyarakat, demi mewujudkan laut yang bersih dan lestari.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi ekonomi biru dan bertujuan mengedukasi serta menggerakkan nelayan untuk mengambil dan mengelola Sampah plastik di laut, sehingga memberikan nilai ekonomis bagi nelayan dan masyarakat pesisir.
Pelaksanaan Bulan Cinta Laut merupakan implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018 adalah tentang Penanganan Sampah Laut, yang menetapkan kebijakan dan Strategi untuk mengurangi, Menangani, dan mencegah sampah plastik di laut, Serta membentuk Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut.
Perpres ini bertujuan untuk menjaga ekosistem laut dan memberikan dampak positif bagi kelangsungan hidup biota laut dan kehidupan manusia secara keseluruhan.
Menurutnya hadirnya BCL untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat, terutama nelayan, agar lebih peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan laut dari sampah, khususnya plastik.
“Gerakan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan ekonomi biru dan bertujuan mendukung target nasional pengurangan sampah laut, sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi nelayan melalui pengelolaan sampah yang terkelola”, kata Hadi Umar.
Disampaikan, tujuan Bulan Cinta Laut adalah mengurangi 70 persen sampah laut pada tahun 2025 sejalan dengan target nasional serta mengedukasi masyarakat dan nelayan tentang pentingnya menjaga kebersihan laut dari sampah.
Untuk diketahui aksi bersih pantai dalam Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) juga dihadiri Wakil Bupati Lembata Muhammad Nasir dan melibatkan, OPD, Forum PRB, masyarakat pesisir, Nelayan dan pedagang pasar.***


Komentar