GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Lembata 

Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Lembata 

Wabup Lembata Muhammad Nasir memberi sambutan sekaligus membuka sosialisasi Empat pilar MPR RI di Lewoleba, 7 Desember 2025/Emanuel Bataona 

LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula kantor Kearsipan dan Perpustakaan Gorys Keraf Lembata, Rabu 7 Desember 2025.

Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini disambut antusias oleh warga setempat dan dihadiri oleh kader dan simpatisan partai NasDem Lembata.

Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan meliputi Pancasila, undang- undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat juga memberikan bantuan alat tangkap ikan sebanyak 150 unit, mesin tempel 15 PK 10 unit, mesin kapal ikan Diesel 30 pk, sest Freezer 4 unit, dan tenda lapak 15 unit.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir.

Peserta Fishing Tournament 2026 dari Australia dan Timor Leste Puji Potensi Laut Lembata

Wakil Bupati Lembata Muhammad Nasir, Sos, dalam sambutannya mewakili anggota MPR RI Julie Sutrisno Laiskodat menegaskan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa, merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Karena itu, keempat pilar ini bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Disampaikan, di tengah dinamika global, perkembangan teknologi informasi, serta tantangan ideologi yang semakin kompleks, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Empat Pilar menjadi sangat penting.

Menurutnya sosialisasi ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan upaya strategis untuk meneguhkan kembali jati diri bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta menanamkan nilai kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Saya berharap, melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, semakin menguatkan kesadaran kolektif kita untuk menjaga keutuhan NKRI, memperkuat toleransi dalam keberagaman, serta membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila”, kata Wabup Lembata.

BumDes Kawela Waijarang Pilih Kelola Sampah Sendiri, Hendro Wibowo: Bagian Dari Menjaga Kehidupan 

Kepada seluruh peserta, Wabup Lembata Muhammad Nasir berharap membangun dan membawa perubahan untuk Lembata.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber utama, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, AP., M.Si

Dalam pemaparannya, Anselmus Asan Ola menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Disampaikan, Pancasila dalam prespektif orang lamaholot itu ada sejak dulu kalah.

Maka dari itu ia berharap para peserta jangan terlalu jauh memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Wawasan Kebangsaan tetapi lebih ke keseharian, kehidupan bermasyarakat di kabupaten Lembata.

Perdana! Lembata Fishing Tournament 2026 Digelar, 75 Angler dari Tiga Negara Ramaikan Laut Lembata

“Saya coba mengerucutkan 4 pilar kebangsaan dalam budaya Lamaholot sebab budaya Lamaholot mulai ditinggalkan karena dampak dari globalisasi yang mengakibatkan generasi muda terpapar berbagai dampak negatif dan lupa diri sebagai orang Lembata”, ungkapnya.

Ia berharap masyarakat Lembata benar-benar menjadi orang Lembata yang memahami jati diri dan budayanya.

“Dan semua itu ada dalam 4 pilar kebangsaan versi Lembata”, tandasnya.

Menurutnya Pancasila dengan 5 silah juga adalah falsafah orang Lamaholot (Lembata). Ada sila ketuhanan Lera Wulan Tanah Ekan, sila kemanusiaan ada Kaka Diken Ari Sare, sila persatuan Taan Tou dan lainnya.

Ketika sila pertama sampai ke empat berjalan baik maka keadilan akan terwujud dalam budaya Lamaholot mula sare atau kebahagiaan.

“Sementara kalau NKRI itu mulai dari persatuan kita dengan manusia dengan alam semesta, Lera Wulan Tanah Ekan, persatuan antara manusia dengan manusia atau Kakan Dike Arin Sare”, kata Mantan Kadis Pendidikan Lembata.

Ansel Ola juga mengajak masyarakat untuk menjadi agen dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekitar.

“Kalau kita bisa teruskan kepada masyarakat lainnya, itu lebih baik. Kita bisa menjadi perantara dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan ini, bukan hanya sebagai penerima informasi,” tambahnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement