LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi daerah.
Kegiatan ini di wujud nyatakan melalui penanaman perdana 10 ribu anakan Tomat varietas Servo F1.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penanaman perdana di lahan pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Loang Kecamatan Nagawutung, Sabtu 10 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan produksi komoditas hortikultura strategis dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq mengatakan kegiatan hari ini adalah peningkatan produksi komoditas strategis, khususnya tomat, menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan pasokan, mengurangi ketergantungan dari luar daerah, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan kesejahteraan.
“Selain Tomat kita konsen juga ke bawang dan Wortel. Karena kemarin kita dengar dapur MBG masih membeli wortel dari luar kabupaten Lembata”, kata Bupati Kanis.
(Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Lembata, Ade Hasan Yusuf mengapresiasi kehadiran Bupati Lembata dalam kegiatan menanam tomat di BPP Loang.
“Penanaman tomat di BPP Loang ini adalah langkah maju untuk menjaga pangan daerah, dan kebutuhan akan tomat juga meningkat, konsumsi masyarakat akan tomat bertambah, maka tomat juga menjadi komoditas yang menjadi perhatian”, kata Ade Hasan.
Menurutnya, kehadiran Bupati Lembata untuk menanam 1000 anak tomat yang nanti lanjutkan dengan menanam 10.000 tomat adalah langkah yang luar biasa yang dilakukan pemerintah kabupaten Lembata untuk menunjukkan bahwa potensi lahan di kabupaten Lembata masih sangat luas yang membutuhkan sentuhan dari pemerintah.
“Ini juga bagian dari edukasi kepada masyarakat untuk menatap kedepan dalam mengelola lahan pertanian karena di sektor riil ini sangat menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat”, tandasnya.
Menurutnya pada bulan Desember 2026 tomat sudah dapat di panen dan masuk pasar. Sebab pada bulan Desember produk tomat sudah menurun.
Dan berharap tomat yang ditanam dapat menyuplai kebutuhan pasar dan masyarakat serta menjaga inflasi.
“Jadi ini bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga pasar kita tetap kondusif. Dari bawang, lombok sudah kita lakukan dan hari ini tomat. Dan kita juga sedang menyiapkan lahan-lahan masyarakat untuk menjaga kelangkaan pangan”, kata Ade Hasan.***




Komentar