LEMBATA|VIVA TIMUR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata tengah mempersiapkan Festival Lamaholot yang akan digelar di Pantai Wulen Luo pada 1-4 Juli 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur Rabu 24 Juni 2026 mengungkapkan bahwa berbagai persiapan sedang dilakukan untuk memastikan kelancaran acara tersebut.
Menurut Jack Wuwur Event Festival Lamaholot 2026 bukan hanya atraksi tetapi edukasi, event juga bukan tentang tata rupa tetapi tata kelola dan event adalah investasi yang menumbuhkan nilai, jejaring dan peluang.
Untuk diketahui, festival lamaholot merupakan salah satu dari tiga event di NTT yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan menjadi bagian dari 125 event nasional yang terpilih dalam program Kementerian Pariwisata.
Dan Festival Lamaholot terpilih untuk ketiga kalinya sebagai salah satu even dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Khusus untuk persiapan ada dua hal utama yang perlu disiapkan, yakni seluruh rangkaian atraksi yang akan ditampilkan selama festival dan kesiapan venue beserta infrastruktur pendukungnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata Yakobus Andreas Wuwur.
Yakobus menjelaskan panitia terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat, mulai dari sanggar budaya, vendor, aparat keamanan, tenaga kesehatan, lembaga promosi dan pemasaran, pelaku usaha hingga sponsor guna memastikan festival berjalan sesuai rencana.
Menurut dia, berbagai infrastruktur pendukung saat ini telah memasuki tahap persiapan material. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pembangunan panggung, tenda, gapura, dan fasilitas pendukung lainnya diupayakan menggunakan bahan-bahan lokal.
“Mitra pelaksana di lapangan sedang berkonsolidasi dan dalam beberapa minggu ke depan mulai melakukan pekerjaan fisik,” ujarnya.
Sementara tema Festival Lamaholot Tahun 2026 ” Tue Taan Ago Lewo-Tane Taan Towe Tana (Menenun Kehidupan). Dinas pariwisata Kabupaten Lembata menargetkan sebanyak-banyaknya peserta hadir dalam acara pembukaan Festival Lamaholot ini.
Menurutnya, Festival Lamaholot tahun 2025 untuk memperkenalkan dan memasyarakatan konsumsi pangan lokal dalam rangka kedaulatan pangan dan tenun tradisi serta kerajinan lainnya.
Selain itu memberikan ruang bagi masyarakat adat yang tersebar di pulau-pulau dalam kawasan kepulauan Solor dan Alor untuk mengekspresikan budayanya dalam khazanah budaya lamaholot.
Pemerintah Pusat Pemerintah daerah kabupaten Lembata juga menjadikan festival lamaholot sebagai ajang ekspresi budaya tahunan (komunitas adat) sekaligus media promosi dan pemasaran paket wisata, pangan lokal dan produk Ekraf bersama kabupaten Flores Timur dan Alor yang berada dalam satu bentangan satu kawasan dan NTT pada umumnya.
Menurut Kadis Andreas, pelaksanaan Festival Lamaholot juga bertujuan untuk meningkatkan peran serta pelaku industri pariwisata dan masyarakat di destinasi termasuk di desa wisata dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Dengan adanya pelaksanaan festival Lamaholot 2025 memberikan harapan besar terhadap peningkatan promosi pariwisata Kabupaten Lembata ke tingkat nasional.
“Kami berharap Festival Lamaholot dapat menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.
Festival ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Lembata.
Festival Lamaholot 2026 akan menghadirkan tur budaya ke Ile Ape yang menampilkan rumah tenun dan ritual pesta kacang, serta kunjungan ke kawasan konservasi berbasis kearifan lokal seperti Muro di Desa Kolontobo yang dikembangkan bersama komunitas masyarakat dan organisasi lokal.
Selain itu, festival akan menghadirkan pameran ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM, perajin tenun, pengrajin lokal, dan pelaku usaha pangan lokal.
Sejumlah kegiatan lain yang disiapkan antara lain talkshow masyarakat adat Lamaholot, promosi konservasi mangrove melalui kearifan lokal Muro Badu, serta penguatan isu ekonomi biru dan konservasi laut.
“Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga mengangkat semangat Satu Lamaholot yang menekankan persatuan masyarakat Lamaholot di Flores Timur, Lembata, dan Alor sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya untuk Indonesia dan dunia,” kata Yakobus.
Untuk kegiatan karnaval budaya, panitia mendorong keterlibatan lebih besar anakanak dan komunitas generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya Lamaholot.
la mengatakan festival tersebut diharapkan memberikan tiga manfaat utama, yakni manfaat ekonomi melalui peningkatan aktivitas usaha masyarakat, komunitas budaya, dan pelaku UMKM, manfaat sosial budaya melalui pelestarian nilai-nilai budaya Lamaholot serta manfaat lingkungan melalui penguatan kesadaran terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.
“Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lembata serapan diaspora Lamaholot untuk turut mengambil bagian dalam Festival Lamaholot 2026 sekaligus memanfaatkan momentum ini sebagai sarana promosi pariwisata daerah. ***




Komentar