LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Lembata menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Olimpic Lewoleba, dan dihadiri sekitar 200 peserta serta undangan dari unsur pemerintah, penyelenggara pemilu, dan kader organisasi sayap partai, Jumat 11 Juni 2026.
Musda VI Golkar Lembata menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi kinerja organisasi sekaligus konsolidasi internal dalam rangka menyusun program kerja dan kepengurusan partai untuk periode 2026–2031.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Wakil Bupati Lembata Muhammad Nasir, Ketua DPP Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Xaverius A. N. Susanto, bersama sekertaris DPP, Libby Sinlaeloe, Wakil Ketua BAPPILU wilayah Bali-Nusra, Herman Hayong, Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi NTT, Yohanes De Rosari, Fransiskus X. Namang.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lembata Petrus Gero, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musda menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi agenda politik ke depan.
“Musda ini forum refleksi untuk menyiapkan langkah-langkah partai. Siapa yang akan memimpin nantinya diputuskan oleh pemilik hak suara, dan keputusan itu final serta mengikat,” ujarnya dalam konferensi pers.
Petrus juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk berkolaborasi membangun Kabupaten Lembata.
Menurutnya, meski Golkar berada di bawah Partai Demokrat pada Pemilu Legislatif 2024, partai berlambang pohon beringin itu tetap mampu meraih posisi Wakil Ketua I DPRD. Pada Pilkada, Golkar juga berhasil menjadi runner-up.
“Mudah-mudahan ke depan Golkar bisa memimpin lembaga legislatif maupun eksekutif. Saya yakin partai ini tetap hidup dan bergerak,” tegasnya.
Sementara itu Wasekjen DPP Partai Golkar, Herman Hayon, menegaskan Golkar merupakan partai yang dibangun melalui sistem kaderisasi kuat, bukan bergantung pada figur tertentu.
“Golkar bukan partai figur. Golkar adalah partai sistem. Tidak ada sistem titip-titip. Struktur partai berakar kuat dari daerah hingga pusat selama lebih dari 30 tahun,” katanya.
Ketua DPD I Partai Golkar NTT, FX Alain Niti Susanto, menekankan Musda sebagai agenda strategis untuk memilih Ketua DPD II sekaligus memperkuat arah politik partai.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dan generasi muda dalam struktur partai. Melalui organisasi kemasyarakatan yang berafiliasi dengan Golkar, partai terus berupaya memenuhi target keterwakilan perempuan minimal 30 persen.
“Dalam konvensi sebelumnya, banyak anak muda sudah diposisikan masuk ke struktur partai mulai dari tingkat desa hingga DPD II. Keterwakilan perempuan 30 persen menjadi hal yang mutlak,” ujarnya.
Musda VI Partai Golkar Kabupaten Lembata diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat konsolidasi partai sekaligus menjawab tantangan pembangunan daerah. Targetnya peningkatan perolehan kursi legislatif dan kemenangan pada kontestasi eksekutif mendatang.***


Komentar