LEWOLEBA|VIVATIMUR.ID — Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Lembata meluncurkan Rumah Produksi Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dan meresmikan RA Qurrata A’yun dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76, Minggu (24/5/2026).
Peresmian yang berlangsung di Auditorium Goris Keraf, Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua PC Fatayat NU Lembata, Yuni Damayanti.
Kegiatan ini dihadiri pengurus Fatayat NU dari tingkat cabang, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga ranting, tokoh agama, serta perwakilan lembaga keagamaan dan organisasi perempuan di Lembata.
Hadir pula Ketua PC NU Kabupaten Lembata, Abah Muktar Sarabiti, Kepala KUA Nubatukan, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Ketua Bunda PAUD Kabupaten Lembata Ny. Ursula Surat Bayo, serta Ketua BKMT Lembata Ny. Nurmila Nasir.
Dalam sambutannya, Yuni Damayanti menegaskan bahwa peluncuran Rumah Produksi TKM dan peresmian RA Qurrata A’yun merupakan hasil konkret kerja kolektif kader Fatayat NU, khususnya dari Bidang Ekonomi serta Bidang Pendidikan dan Pengkaderan.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi buah dari kerja-kerja organisasi yang ingin menghadirkan manfaat nyata bagi perempuan dan anak-anak di Lembata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, RA Qurrata A’yun sebagai lembaga pendidikan anak usia dini merupakan hasil kerja Bidang Pendidikan dan Pengkaderan, dan telah siap beroperasi pada tahun ajaran baru dengan proses penerimaan peserta didik yang segera dibuka.
Sementara Rumah Produksi difokuskan pada pengembangan ekonomi perempuan melalui pengolahan hasil perikanan lokal seperti abon dan produk turunan ikan lainnya.
Mengusung tema nasional Harlah ke-76, “Berdaya, Berdampak dan Mendunia”, Fatayat NU Lembata menjadikan momentum ini sebagai pijakan memperkuat peran organisasi di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Di sisi lain, Yuni juga mengungkapkan bahwa masa kepengurusan PC Fatayat NU Lembata periode 2021–2026 akan segera berakhir. Ia menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari keberlanjutan organisasi.
“Kepemimpinan di Fatayat memiliki batas usia maksimal 40 tahun. Karena itu, estafet kepemimpinan harus disiapkan dengan baik agar organisasi tetap berjalan dan berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, penguatan struktur organisasi juga terus dilakukan. Saat ini, terdapat enam PAC Fatayat NU yang telah terbentuk, yakni di Kecamatan Buyasuri, Omesuri, Nubatukan, Ile Ape, Ile Ape Timur, dan Nagawutun. Selain itu, terdapat tiga ranting aktif di Desa Lebewala, masing-masing di Dusun Wateng, Watanlolon, dan Wowong.
Sebelum kegiatan launching, pada hari yang sama Fatayat NU Lembata juga menggelar agenda penguatan kelembagaan bersama seluruh PAC dan ranting. Salah satu yang diperkenalkan adalah Lembaga Konsultasi dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LKP3A) Fatayat NU Lembata.
Ketua LKP3A, Nurhayati Kasman, menjelaskan bahwa sejak 2025 lembaga tersebut telah menangani sedikitnya 11 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Saat ini, LKP3A juga tengah mendampingi kasus kekerasan seksual berdasarkan laporan tertanggal 18 Mei 2026.
“LKP3A menyediakan layanan konseling, pendampingan hukum, serta rumah aman bagi korban. Kami juga bekerja sama dalam program inklusi untuk pencegahan pernikahan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua NU Lembata, Abah Muktar Sarabiti dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kiprah Fatayat NU Lembata dalam pembangunan sosial keagamaan di daerah.
“Banyak hal yang telah mereka kerjakan untuk kepentingan umat, masyarakat Lembata, serta bangsa dan negara. Ini adalah kerja nyata yang patut diapresiasi,” katanya.
Ia juga menilai kehadiran RA Qurrata A’yun sebagai langkah strategis dalam membangun generasi muda sejak usia dini. Menurutnya, seluruh sarana dan prasarana yang telah tersedia perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi penting. Karena itu, seluruh fasilitas yang ada harus dipelihara dengan baik, dan proses pendidikan harus dijalankan secara serius dan bertanggung jawab,” ujar Muktar.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kepala KUA Nubatukan, Ustad Asadullah, yang mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk terus menjaga semangat pengabdian dan memperkuat peran dalam kehidupan sosial keagamaan.
Peluncuran Rumah Produksi dan peresmian RA Qurrata A’yun ini menjadi penanda arah baru gerakan Fatayat NU Lembata yang tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan kualitas pendidikan berbasis komunitas.
Di tengah keterbatasan wilayah kepulauan, inisiatif ini diharapkan menjadi model penguatan peran perempuan muda dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lembata.***


Komentar