LEMBATA|VIVATIMUR.ID – Anggota DPRD Lembata David Blasius Huklele Gole mengisi masa reses masa sidang kedua, tahun sidang 2026 dengan mengunjungi masyarakat sejumlah titik di Kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata.
Lusikawak, Kelurahan Lewoleba, menjadi salah satu titik reses, untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam agenda reses Senin 13 April 2026, masyarakat Lusikawak mengeluh bagaimana kesulitan yang dihadapi masyarakat terutama soal akses Infrastruktur jalan menjadi usulan utama warga.
Hal itu disampaikan Yohanes Dionesisus Wadan Udjan dalam reses anggota DPRD Lembata David Blasius Huklele Gole.
“Persoalan Ruas jalan Lusikawak menuju Lewoleba. Apalagi sudah pernah ada korban jiwa. Juga mohon perhatian Ruas jalan di wilayah pelabuhan Lewoleba”, ungkapnya.
Warga Lusikawak lainnya, Maria Donge juga menyampaikan kebutuhan lorong dan jalan dalam kelurahan Lewoleba.
“Sebelumnya swadaya timbun karena tidak ada pembatas berdampak jalan rusak, mohon perhatian pemerintah”, tandasnya.
Masyarakat juga keluhkan persoalan BBM Subsidi pertalite yang mencekik dan di jual bebas oleh pengecer.
Dalam reses di Kelurahan Selandoro, Sabtu 18 April 2026, Warga kembali menyampaikan menyoroti persoalan infrastruktur jalan, air bersih dan lampu jalan.
Andreas Langkeru warga Wangatoa meminta perhatian dan dukungan pemerintah untuk memperbaiki jalan di kelurahan Selandoro.
“Persoalan lorong ini kami sudah usulkan 10 tahun yan lalu hingga hari ini tidak ada perhatian pemerintah”, ungkapnya.
Sementara Yohakim Dasion mengeluhkan persoalan air bersih di wilayahnya.
“Kami ini tiap hari kalau minum air bersih harus dengan gerobak ambil di tempat orang, sementara untuk mandi kami pakai air sumur. Kami sudah usul ke PDAM Lembata, KTP dan kartu keluarga kami sudah di masukan sesuai permintaan dari PDAM tapi hingga saat ini tidak ada perhatian”, keluhannya.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Vigis Koban menegaskan bahwa semua aspirasi masyarakat akan di perjuangkan.
Menurutnya keterbatasan anggaran manjadi masalah yang berdampak pada tidak ada pembangunan infrastruktur di kabupaten Lembata.
“Minimalnya PAD. Yang berdampak pada tidak ada pembangunan. Maka perlu ada investor agar berdampak pada pembangunan, merekrut tenaga kerja dan menambah PAD”, ungkapnya.
“Persoalan masyarakat ini, sebagai wakil rakyat sudah dan sering kami teriak dalam sidang paripurna dan Komisi, tugas kami itu omong dan omong, eksekusinya adalah pemerintah”, tegas Capt. Vigis Koban.
Ia juga berkisah, urusan BBM dan pelabuhan Fery Waijarang pun sudah ia perjuangkan dalam rapat di DPRD bahkan dengan uang pribadi ia ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi masyarakat agar pelabuhan Fery segera diperbaiki.
Selain keterbatasan anggaran, infrastruktur jalan di kabupaten Lembata adalah kurangnya data tentang status jalan kabupaten dan jalan lingkungan.
“Kalau soal infrastuktur, kita keterbatasan anggaran dimana adanya efisiensi maka perlu ada skala prioritas. Jalan kita sudah berjuang dan untuk tahun 2025 kita kerjakan yang didepan Kantor Lurah Lewoleba, Panti Asuhan dan depan Dekenat, sementara lampu jalan kita perjuangkan agar kelurahan lain kebagian”, kisahnya.
Pada Reses kali ini, Capt. Vigis yang adalah ketua Tani Merdeka Kabupaten Lembata membeli Pupuk Organik dan menyumbangkan kepada masyarakat.
Targetnya adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk menanam sayuran untuk mendukung kebutuhan rumah tangga.
Warga memberikan apresiasi atas keberpihakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) David Blasius Huklele Gole dalam berbagai isu, terutama terkait kebijakan yang pro-rakyat dan respons cepat terhadap kebutuhan dasar.***


Komentar