GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi
Beranda » Berita » Julie Sutrisno Laiskodat Salurkan 10 Unit Mesin Tempel Bagi Kelompok Nelayan di Lamalera 

Julie Sutrisno Laiskodat Salurkan 10 Unit Mesin Tempel Bagi Kelompok Nelayan di Lamalera 

Penyaluran 10 unit mesin tempel bagi sejumlah kelompok nelayan di Desa Lamalera A, Selasa (16/12/2025)

LEMBATAVIVATIMUR.ID – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan di daerah pesisir.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyaluran 10 unit mesin tempel bagi sejumlah kelompok nelayan di Desa Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Selasa  (16/11/2025).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program aspirasi DPR RI yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan lokal.

Adapun kelompok penerima bantuan meliputi Kelompok Nelayan Kaka Ari yang selanjutnya disalurkan untuk 5 Perahu (peledang) dan 5 body (Jhonson) yang ada di Desa Lamalera A. Mesin tempel yang diberikan terdiri dari merek  Yamaha Enduro disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik operasional para nelayan wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Minarni, Staf Ahli anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat menekankan pentingnya keberpihakan negara terhadap nelayan sebagai garda depan ekonomi maritim nasional.

Peringatan Harlah ke-76, Fatayat NU Lembata Launching Rumah Produksi dan RA Qurrata A’yun

“Bantuan mesin tempel ini adalah komitmen Ibu Julie Sutrisno Laiskodat ketika berkunjung ke Lamalera pada beberapa tahun lalu ketika Ibu Julie Sutrisno masih berada di Komisi IV DPR RI dan komitmen itu terus di perjuangkan sehingga mesin ini bisa sampai ke Lamalera”, ungkapnya.

Ia berharap silaturahmi dan kemitraan ini tetap terjalin. Dan bantuan mesin tempel tersebut dapat dirawat dengan baik guna membantu perekonomian keluarga dan masyarakat nelayan Lamalera.

“Bantuan dan sentuhan kasih dari Ibu Julie Sutrisno Laiskodat belum banyak untuk masyarakat di selatan Lembata ini. Tidak boleh ada stigma bilang NasDem itu pilih kasih. Mesin benar-benar dimanfaatkan untuk menangkap ikan. Dan Mesin jangan di jual, beri oli agar tidak bocor. Gunakan dengan maksimal”, ungkapnya.

Ia juga berharap agar kelompok penerima bantuan menjadi kelompok yang memberi contoh yang baik bagi yang lain.

Sementara ketua DPD partai NasDem Lembata, Yuni Damayanti dalam sambutannya berharap agar dengan adanya bantuan mesin tempel untuk nelayan Lamalera menjadi cikal bakal terbentuknya Nelayan NasDem di Lamalera.

BumDes Kawela Waijarang Pilih Kelola Sampah Sendiri, Hendro Wibowo: Bagian Dari Menjaga Kehidupan 

“Terima kasih kepada bapa mama yang sudah bekerja untuk Lewotanah Lamalera. Terus membangun komitmen bersama untuk membesarkan partai Nasdem di Lamalera”, kata Ketua DPD NasDem Lembata.

“Hubungan silaturrahmi ini tidak sampai disini. Dan mari menjadi bagian dari partai Nasdem Kabupaten Lembata.
Kita NasDem tidak akan besar tanpa dukungan bapa mama semua”, tandasnya.

Dengan bantuan ini, Yuni Damayanti berharap nelayan-nelayan di Lamalera A mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Ketua Kelompok Nelayan Kaka Ari, Silvester Tufan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang konsisten dari Ibu Julie Sutrisno Laiskodat kepada masyarakat nelayan Lamalera A.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Julie Laiskodat atas kepedulian dan dukungannya yang konsisten. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk melaut  dan meningkatkan hasil tangkapan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan Terima kasih  kepada pemerintah kabupaten Lembata dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Lembata yang sudah membantu dan mendorong progam pemberdayaan ini.

Kabid Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata Imran Husen,S.Pi menjelaskan, DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong agar program pemberdayaan nelayan dilakukan secara terintegrasi — mulai dari penyediaan sarana produksi, penguatan koperasi nelayan, hingga akses terhadap teknologi pengolahan hasil laut.

Manis Semangka di Demplot Pemantik, Diprediksi Cuan Rp47 Juta, Perkuat Rantai Pasok Program MBG

Menurutnya Alokasi 10 mesin tempel di Desa Lamalera A adalah aspirasi Ibu Julie Sutrisno Laiskodat pada 2004 dalam kunjungan ke desa Lamalera.

“Kami Dinas teknis hanya membantu kelompok Kaka Ari Desa Lamalera menyiapkan administrasi sehingga hari ini mesin bisa berada di Lamalera A. Pemerintah daerah sifatnya hanya memfasilitasi”, ungkapnya.

Diinformasikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata tengah mengusulkan 3 lokasi yang akan menjadi Kampung nelayan. Salah satunya di Desa Pantai Harapan kecamatan Wulandoni dan nantinya akan menjadi titik tumbuh ekonomi baru di Selatan kabupaten Lembata.

Kegiatan penyaluran bantuan ini juga diwarnai dengan sesi dialog dengan para nelayan dan Kelompok tenun ikat membahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan- mulai dari kenaikan harga bahan bakar, keterbatasan sarana penyimpanan hasil tangkap, hingga akses pembiayaan usaha perikanan.

Langkah nyata seperti ini diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan keberlanjutan ekonomi pesisir, serta menjadi contoh bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia dalam mewujudkan kemandirian nelayan berbasis inovasi dan kolaborasi.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement