LEWOLEBA|VIVATIMUR.ID — Wakil Bupati Lembata, Haji Muhamad Nasir, S.Sos., Jumat 28 November 2025 melakukan pemantauan langsung terhadap progres pembangunan tiga sekolah penerima bantuan revitalisasi dari Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Revitalisasi bantuan pemerintah ini merupakan program peningkatan efektivitas dan efisiensi bantuan sarana pendidikan, dengan tujuan membangun fasilitas belajar yang lebih layak, aman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Wenseslaus Ose, S.Sos., M.AP., serta Kepala Bidang Teknis PUPR, Petrus P. Koli, ST.
Ketiga titik yang ditinjau meliputi SDK Belang, TK Negeri 1 Nagawutung dan SDK Baopukang, yang masing-masing telah mencapai70 persen progres pembangunan.
SDK Belang mendapatkan bantuan sebesar Rp 886.021.437 untuk pembangunan ruang UKS, toilet, ruang administrasi, serta rehabilitasi tiga ruang kelas. Sementara TK Negeri 1 Nagawutung memperoleh Rp 776.480.000 untuk rehabilitasi ruang belajar, ruang administrasi, area bermain, dan toilet.
Sementara itu, SDK Baopukang menerima Rp 777.299.173 yang dialokasikan untuk pembangunan ruang administrasi, toilet, serta rehabilitasi tiga ruang kelas.
Dalam pemantauan tersebut, Wabup Nasir menyoroti sejumlah temuan yang perlu segera dievaluasi.
Ia menemukan bahwa kualitas material, seperti cat dan pintu, tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Selain itu, terdapat penggunaan kabel listrik yang tidak sesuai RAB maupun Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kerapian hasil pekerjaan di beberapa titik juga dinilai masih kurang optimal.
“Ini merupakan investasi jangka panjang. Ke depan sekolah akan masuk pada era digitalisasi pembelajaran dengan penggunaan komputer, sehingga instalasi listrik, kualitas kabel, dan seluruh material bangunan harus mengikuti spek yang tercantum dalam RAB,” tegas Wabup Nasir.
Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Wabup tetap mengapresiasi para pekerja bangunan yang mayoritas adalah masyarakat setempat.
Ia berharap evaluasi ini dapat menjadi dorongan bagi semua pihak untuk memperbaiki kualitas pengerjaan sehingga revitalisasi sekolah dapat memberikan manfaat maksimal bagi pendidikan di Kabupaten Lembata.(Amira/Prokompim Lembata)***


Komentar