GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Religi
Beranda » Berita » Safari Ramadan di Waikilok, Wabup Lembata: Ramadan sebagai Madrasah Empati

Safari Ramadan di Waikilok, Wabup Lembata: Ramadan sebagai Madrasah Empati

Safari Ramadan di Masjid Al-Amin Waikilok, Kecamatan Nubatukan, Selasa (17/3/2026).

LEWOLEBA|VIVATIMUR.ID — Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos menghadiri kegiatan Syafari Ramadan di Masjid Al-Amin Waikilok, Kecamatan Nubatukan, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi serta para kepala OPD.

Menjelang waktu berbuka, jamaah terlebih dahulu mendengarkan tausyiah dari Imam Masjid Al-Amin sekaligus Ketua Yayasan Darul Alimin Lembata, Alim Kadir.

Dalam tausyiahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan madrasah empati yang mengajarkan umat untuk merasakan penderitaan sesama melalui rasa lapar dan haus.

Ia juga menyampaikan kisah tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh menuju masjid serta kisah Sahban yang memberikan jubah usangnya kepada seorang nenek yang kedinginan.

OMK PKRW di Lembata Pentas Tablo Kisah Sengsara Yesus, Ribuan Umat Larut Dalam Permenungan 

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai besar di hadapan Allah.

Usai tausyiah, Wakil Bupati bersama masyarakat berbuka puasa bersama, kemudian melaksanakan shalat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan shalat Isya dan tarawih.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Pengurus KEMALA (Kerukunan Marga Lamahala) periode 2024–2028 yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati.

Dalam sambutannya, Kapolres Lembata mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Idul Fitri serta menghindari penggunaan petasan yang dapat membahayakan keselamatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir menekankan pentingnya merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Paskah 2026: Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa Ajak Umat Meneladani Para Murid dan Memperteguh Solidaritas

Menurutnya, kekuatan sebuah daerah tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kokohnya hubungan sosial antar warga masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, serta menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“Persaudaraan harus terus dirawat agar menjadi kekuatan bersama dalam membangun Lembata yang harmonis,” ujar Wakil Bupati.

Kegiatan Syafari Ramadan tersebut berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh kebersamaan hingga rangkaian ibadah tarawih selesai dilaksanakan.

Sumber: Prokompim Lembata 

Ana Muji Lagukan ‘Popule Meus’ Mengiringi Kekudusan Prosesi Malam Jumat Agung di Larantuka 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement