LARANTUKA|VIVATIMUR.ID – Para peziarah terus berdatangan untuk mengikuti Prosesi Semana Santa tahun 2026 di kota Larantuka kabupaten Flores Timur (NTT)
Selain mengikuti prosesi Semana Santa, para peziarah juga menyeberang untuk cium Tuan Berdiri (Tuhan Yesus Berdiri) di Wureh, Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur.
Cium Tuan Berdiri sendiri merupakan bagian dari ritus Prosesi Semana Santa di Larantuka yang setiap tahun menjadi salah satu tempat berkunjung para peziarah baik lokal maupun mancanegara.
Uniknya, para peziarah yang ingin melakukan ritus cium Tuan Berdiri harus terlebih dahulu melewati tantangan arus Gonsalu yang terkenal garang itu, mengingat, lokasi Tuan Berdiri di Kapel Senhor berada di Pulau Adonara yang harus dilewati dengan menumpang kapal laut mini.
Tidak mengherankan jika sejak Selasa hingga Rabu 1 April 2020l6 tadi para peziarah berjubel-berjubel memenuhi Pante Palo di Sarotari Timur untuk mendaftarkan dirinya sebagai peziarah ke Wureh.
Perjalanannya sendiri terbilang menarik dan cukup membuat jantung siapapun berdetak kencang apalagi melihat gelombang laut yang sekali-sekali mengguncang kapal.
Namun ketakutan itu seolah terbayar saat tiba di JTP Wureh yang telah dipenuhi para peziarah.
Antrean pun tidak terhindarkan. Para peziarah tampak begitu menikmatinya dengan sekali-sekali berbincang dengan peziarah lainnya.
Namun semuanya berubah saat memasuki areal Kapela semua peziarah tampak begitu khusyuk dan hening.
Semua mata tertuju pada patung Tuan Berdiri dengan pakaian merah yang berdiri kokoh berdampingan dengan seekor ayam yang diyakini umat setempat bukan sekedar patung tapi memiliki jiwa dan hidup.
Tuan Berdiri jadi magnet tersendiri bagi peziarah Prosesi Semana Santa untuk berdevosi.
Iya menurut legenda, Tuan Berdiri adalah Yesus yang menjelma jadi manusia yang kala itu sedang ingin membeli ayam dari seorang pedagang asal Pulau Solor.
Pembeli itu memiliki perawakan tinggi besar dan berewokan.
Namun karena si penjual ingin segera mengikuti doa pagi, maka mereka menunda pembayaran dan janjian untuk ketemu pasca Doa pagi.
Namun keesokan harinya pembeli itu tidak kunjung ditemui lagi. Singkat cerita, si penjual dan beberapa warga bergegas menuju ke kapel yang sebelumnya ada patung Yesusnya.
Di sana mereka juga menemukan ayam yang sudah menjadi patung berada di sisi kanan patung Yesus.
Cerita itu pun menjadi sebuah legenda terkenal di Wureh hingga saat ini yang membuat para peziarah selalu menyempatkan waktunya untuk berdoa di sana dengan intensi atau ujudnya masing-masing.***


Komentar