LEWOLEBA|VIVATIMUR.ID – Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, RD. Pius Laba Buri, Pr atau yang akrab disapa Romo Pius menyampaikan pesan Paskah yang menyejukkan.
Menurut Romo Pius hakekat gereja itu berjalan bersama dalam persekutuan karena itu solidaritas benar-benar mendapat perhatian.
Hal itu disampaikan usai Perayaan Minggu Paskah di Gereja Kristus Raja Wangatoa, Lewoleba Minggu 5 April 2026.
Pesan itu sejalan dengan tema perayaan Minggu Paskah 2026 “Kebangkitan Kristus Menghidupkan Solidaritas dan Harapan Baru”.
Menurut Romo Pius Laba Buri, Paskah tahun 2026 di Paroki Kristus Raja Wangatoa Berjalan aman dan tertib.
Disampaikan bahwa semua persiapan Paskah 2026 baik itu persiapan liturgi, sarana prasarana, keamanan berjalan tertib dan aman.
“Meskipun perayaan itu melibatkan banyak orang, tetapi saya sendiri merasakan kesakralan itu, berkat peran dari semua teman- teman panitia”, ungkapnya.
“Sehingga kali ini kita menekankan bahwa kebangkitan Kristus itu sendiri menjadi pusat iman kita hendaknya memperteguh solidaritas itu”, tandasnya.
Romo Pius berharap agar kedepannya menjadi satu gereja yang mandiri, misioner agar harapan akan keselamatan kekal dapat terpenuhi.
Sementara dalam kotbahnya Romo Pius mengajak umat yang adalah gereja untuk belajar dari para murid yang pernah mengalami situasi sulit dan merasa kehilangan untuk kembali membangun kuatnya solidaritas mereka.
“Solidaritas kita sebagai gereja juga harus dibangun di atas sharing hidup, saling berbagi solidaritas dari para murid yang dibangun dengan susah payah” kata RD. Pius.
Disampaikan, Bangunan solidaritas juga atas dasar saling mendengar dan menghargai. Dimana orang saling berbagi termasuk pengalaman imannya.
“Andaikata maria magdalena tidak memberi tahu petrus dan muridnya hal tentang makam kosong entah apa yang terjadi, kata Romo Pius.
Menurutnya dalam menjaga solidaritas sebagai anggota gereja harus tahu tata aturan yangg mengikat. Kepada siapa kita harus bicara, siapa yang harus memutuskan.
“Belajar dari Maria magdalena, Ia tahu kepada siapa ia harus sampaikan berita tentang kubur kosong kebangkitan Yesus”, tandasnya.
Ia mengingatkan agar umat Paroki Kristus Raja Wangatoa tetap menjaga soliditas yang telah dibangun selama permenungan di pekan suci tahun ini.
“Boleh melakukan selebrasi, syukuran, baik acara kecil-kecilan tetapi harus tetap menunjukan kekompakan, persaudaraan dengan kata kunci solidaritas yang telah kita bangun”, tutupnya .
Pernyataan Romo Pius ini memberikan kesejukan bagi umat sekaligus mempertegas semangat solidaritas yang menjadi ciri khas masyarakat di wilayah paroki Kristus Raja Wangatoa.***


Komentar