GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Religi
Beranda » Berita » Rabu Trewa di Larantuka, Tanda Masuk Perkabungan Selama Tri Hari Suci Paskah

Rabu Trewa di Larantuka, Tanda Masuk Perkabungan Selama Tri Hari Suci Paskah

Kaum Muda Larantuka membuat bunyi-bunyian dengan seng dan pentungan sambil berteriak untuk menandakan kisah sengsara Yesus/Foto: Istimewa 

LARANTUKA|VIVATIMUR.ID – Tradisi Semana Santa atau pekan suci Paskah di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, resmi dimulai setelah puluhan anak melakukan aksi seret seng di depan Kapela Tuhan Ma, usai kegiatan mengaji Tuan Mardomu Pintu Tuhan Ma dan Tuhan Ana, Rabu 1 April 2026.

Ratusan peziarah dari Larantuka atau kota-kota lain mengikuti misa keagamaan sembahyang atau ibadat lamentasi pada hari yang juga dikenal sebagai Rabu Trewa ini.

Lamentasi atau Ratapan Yeremia sendiri menjadi momen berdoa yang dilakukan dalam tiga ratapan.

Usai melakukan lamentasi, di Larantuka, lampu di Kapela Tuhan Ma dipadamkan dan peringatan Rabu Trewa disambung dengan aksi trewa.

Rabu trewa mengenang bagian sejarah saat-saat ditangkap dan diaraknya Yesus sebelum kemudian disalib.

OMK PKRW di Lembata Pentas Tablo Kisah Sengsara Yesus, Ribuan Umat Larut Dalam Permenungan 

Aksi bunyi-bunyian dilakukan,sebagai tanda masuk masa perkabungan atas kisah sengsara Yesus di Larantuka.

Umat Katolik Larantuka pada saat Rabu trewa mengikuti misa keagamaan atau ibadat lamentasi.

Usai melakukan lamentasi,disambung dengan aksi trewa.

Trewa sendiri berarti bunyi-bunyian yang menjadi tanda masuk perkabungan Yesus selama Tri Hari Suci Paskah.

Tradisi Semana Santa atau pekan suci Paskah di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dimulai setelah puluhan anak melakukan aksi bunyi-bunyian dengan menyeret seng dan memukul tiang listrik di depan Kapela Tuan Ana hingga ke depan Kapel Tuan Ma, Mereka bolak-balik berlarian sambil terus melakukan bunyian-bunyian tersebut, Rabu 1 April 2026.

Paskah 2026: Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa Ajak Umat Meneladani Para Murid dan Memperteguh Solidaritas

Tampak orang dewasa dan anak-anak yang sudah berkumpul di depan pintu gerbang kapel, langsung membunyikan dengan menyeret-nyeret lembaran seng bermacam ukuran yang sudah mereka siapkan dari rumah.

Fransiska (52) Peziarah dari Jakarta menilai Rabu Trewa adalah tradisi unik. Baru tahu ini cukup unik baru tahu ada upacara seperti ini,” ujarnya.

“Baru lihat, itu unik, saya hanya mendengar prosesi Jumat agung di Larantuka,” bebernya.

Fransiska mengakui baru pertama mengikuti prosesi Semana Santa di kota Larantuka.

“Baru pertama datang ke Larantuka. Bersama rombongan Kami sudah beberapa hari di kota Larantuka ingin berziarah dan melihat dari dekat Prosesi Semana Santa yang mendunia ini”, ungkapnya.

Ana Muji Lagukan ‘Popule Meus’ Mengiringi Kekudusan Prosesi Malam Jumat Agung di Larantuka 

Usai trewa digelar, tampak Imam dari Katedral Reinha Rosari Larantuka didampingi confreria memberikan air berkat di sepanjang jalan yang akan diaraknya arca Tuan Ma dan Tuan Ana pada Jumat malam 3 April 2026 nanti.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement