LARANTUKA|VIVATIMUR.ID — Ini langkah antisipasi yang dilakukan Kepala Kantor Unit Penyelengara Pelabuhan Kelas II Larantuka, Capt. Desmon Saterdi Menno. Dia mengeluarkan edaran mengenai Bahaya Cuaca Buruk di perairan Flores Timur.
Edaran tersebut yang diterima media ini Senin 9 Maret 2026 ditujukan kepada para nahkoda kapal, operator pelayaran, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas pelayaran.
Surat Edaran Nomor UM.002/1/23/UPP.Ltk-2026 yang diterbitkan pada 9 Maret 2026 itu merujuk pada informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kantor UPP Kelas II Larantuka, Capt. Desmon Saterdi Menno menyampaikan edaran tersebut sebagai upaya pencegahan guna menghindari potensi kecelakaan laut akibat kondisi “cuaca ekstrem.“
Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa berdasarkan pemantauan terbaru BMKG, telah terjadi perubahan kondisi cuaca yang cukup signifikan di wilayah perairan Flores.
Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya kecepatan angin, gelombang laut yang tinggi, serta potensi hujan lebat yang dapat mempengaruhi keselamatan pelayaran.
Sehubungan dengan hal tersebut, pihak UPP Larantuka mengingatkan para nahkoda kapal yang akan maupun sedang berlayar agar meningkatkan kewaspadaan.
Para nahkoda diminta secara aktif memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG, baik melalui situs resmi maupun perangkat komunikasi yang tersedia di kapal.
Selain itu, nahkoda juga diminta memastikan kondisi permesinan kapal, kemudi, serta seluruh peralatan navigasi dalam keadaan baik sebelum melakukan pelayaran.
Kelengkapan alat keselamatan di kapal juga harus dipastikan berfungsi dengan baik demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat di laut.
UPP Larantuka juga mengingatkan agar seluruh kegiatan bongkar muat di pelabuhan tetap memperhatikan kondisi cuaca serta mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Dalam situasi cuaca yang tidak memungkinkan, pihak pelabuhan juga meminta agar keberangkatan kapal di perairan Larantuka dapat ditunda sementara dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.
Capt. Desmon Saterdi Menno juga berharap seluruh operator pelayaran dan pengguna jasa transportasi laut dapat mematuhi imbauan tersebut demi menjaga keselamatan bersama selama aktivitas pelayaran di wilayah perairan Flores Timur.***


Komentar