GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Lamahora Lewoleba, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Lamahora Lewoleba, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Oplus_131072

LEWOLEBA|VIVATIMUR.ID —Kebakaran melanda satu unit rumah milik warga di RT 25 RW 004 kelurahan Lewoleba Timur, kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Selasa malam 4 Maret 2026.

Dugaan sementara, api dipicu oleh obat nyamuk bakar yang mungkin di letakan disekitar benda mudah terbakar.

Kepala Seksi Pencegahan dan pengendalian kebakaran Satpol PP Lembata, Deni Mbuik mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 20.52 WITA.

“Kami langsung menerjunkan personel begitu laporan masuk,” ujarnya.

Kehadiran tim Damkar Sat Pol PP Lembata tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman.

Peserta Fishing Tournament 2026 dari Australia dan Timor Leste Puji Potensi Laut Lembata

Menurutnya Kobaran api dari bangunan semi permanen dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah.

Objek yang terbakar diketahui merupakan rumah milik Johnatan Ronald Ladjar.

Saksi mata yang adalah tetangga pertama kali melihat kepulan asap tebal keluar dari rumah korban sebelum api membesar dan menghanguskan bangunan.

Untuk mengendalikan api yang cepat merambat, Damkar Sat Pol PP Lembata mengerahkan satu unit armada ke lokasi kejadian.

Kerja sama antarpetugas membuat api berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 22 an WITA setelah dilakukan proses pemadaman dan pendinginan di seluruh bagian bangunan.

BumDes Kawela Waijarang Pilih Kelola Sampah Sendiri, Hendro Wibowo: Bagian Dari Menjaga Kehidupan 

Meski struktur bangunan dan harta benda di dalamnya hangus terbakar, Deny Mbuik memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Namun, kerugian material yang dialami pemilik rumah ditaksir mencapai kurang lebih ratusan juta akibat rusaknya bangunan dan isi rumah yang tidak sempat diselamatkan.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim gabungan melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement