LEWOLEBA|VIVATIMUR. ID – Sektor Pariwisata di kabupaten Lembata terus menunjukkan tren yang sangat positif hingga akhir tahun 2025.
Pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di kabupaten Lembata tengah terus berusaha untuk mengoptimalkan peran berbagai pemangku kepentingan dengan pendekatan hexahelix dalam rangka mendorong pencapaian tujuan pembangunan daerah umumnya maupun tujuan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif pada khususnya.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur, SP.M.Si Senin 22 September 2025.
Menurut Andreas, sampai saat ini pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di kabupaten Lembata diarahkan pada peningkatan nilai tambah pariwisata dan ekonomi kreatif yang diukur melalui rasio PDRB penyediaan akomodasi, makan, minum.
Sementara perkembangan distribusi persentase PDRB (PHB) tahun 2020 sampai tahun 2024 menunjukkan tren positif atau kecenderungan meningkat.
“Pada tahun 2021kontribusi PDRB penyedia akomodasi, makan, minum sebesar 3,55 persen mengalami peningkatan pada tahun 2022 sebesar 7,94 persen dan sedkit mengalami penurunan pada tahun 2023 sebesar 6,2 persen dan meningkat kembali pada tahun 2024 sebesar 9,35 persen”, beber Kadis Pariwisata Ekonomi kreatif kabupaten Lembata.
Menurutnya, kondisi tersebut menggambarkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam periode tersebut mengalami pertumbuhan.
“Seberapa besar peran atau kontribusi berbagai pihak baik pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, warga, media dan agregator telah membentuk capaian dimaksud dengan terus meningkatkan kerjasama yang efisien dan efektif”, kata Andreas.
Selain itu, meningkatnya jumlah wisatawan juga menjadi tanda bahwa sektor pariwisata di kabupaten Lembata memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Disampaikan, perkembangan dan data kunjungan sebagai salah satu indikator peningkatan daya tarik destinasi pariwisata dari tahun 2020 sampai tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan positif.
Untuk diketahui pada tahun 2020 dengan jumlah kunjungan 9.337 pengunjung, mengalami penurunan dengan jumlah kunjungan pada tahun 2021 sebanyak 3.913 (pertumbuhan sebesar -58,00%), tumbuh menjadi 223,26 persen pada tahun 2022 dengan jumlah kunjungan sebanyak 12.649 pengunjung
Selanjutnya mengalami pertumbuhan yang positif pada tahun 2023 sebesar 20,90 persen dengan jumlah kunjungan sebanyak 15.293 pengunjung dan terus bertumbuh positif sebesar 147,82 persen pada tahun 2024 dengan jumlah kunjungan sebanyak 37.899 pengunjung.
Hal ini menunjukkan semakin besarnya minat wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik dan masyarakat untuk berwisata setelah berbagai tantangan yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir. ***


Komentar